18.02.2018
"Time is Sword", jika tak bisa mengendalikan waktu dengan baik, maka ia akan menjadi senjata yang akan membunuh kita. Itulah moto hidup Muhammad Husni Mubarok, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2015. Sejak berpamitan pada orang tuanya di Banyuwangi untuk kuliah di Malang, ia bertekad untuk aktif di berbagai bidang, baik akademik dan non-akademik. "Udah jauh-jauh ke Malang, rugi kalau cuma kuliah saja. Makanya mulai maba bertekad untuk aktif berorganisasi dan mengikuti lomba-lomba selain melakukan aktivitas akademik diperkuliahan," akunya. Tak tanggung-tanggung, hingga saat ini putra pertama pasangan Niamulloh dan Husnah ini sudah bergabung dengan 7 organisasi, tergabung dalam 20 kepanitiaan, dan meraih 12 penghargaan baik di dalam maupun luar negeri. Tak hanya itu, mahasiswa yang hobi travelling ini bersama rekan-rekannya juga sudah menulis 10 karya ilmiah, 8 diantaranya ditulis di tahun 2017. Ditengah kesibukannya berorganisasi dan menulis karya ilmiah, ia mampu mempertahankan IPK di atas 3. "Cara memanage waktu sebenernya kembali lagi ke niat kita mau jadi mahasiswa yang seperti apa. Saya selalu mencatat acara atau kegiatan di buku atau di HP, supaya tidak lupa, acara biar nggak tabrakan, dan bisa memaksimalkan waktu yang kita miliki," ungkapnya saat ditanya tentang manajemen waktu. Tak ayal, berkat kerja kerasnya itu ia terpilih sebagai Mawapres Fakulas Teknik 2018 dan diamanahi sebagai salah satu anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa UB. "Alhamdulillah, berkat doa orang tua dan support teman-teman, kerja keras selama ini membuahkan hasil. Semoga bisa menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya, menjadi pribadi yang bermanfaat untuk sekitar, dan lulus tepat waktu lalu melanjutkan cita-cita yang belum tercapai," harap mahasiswa yang bercita-cita ingin bekerja di perusahaan minyak dan berwirausaha ini. Husni akan memperebutkan kursi Mawapres Utama UB 2018 akhir Februari ini. Semoga berhasil, doa dan dukungan kammi selalu bersamamu! Together We Do The Best! (mic)  
15.02.2018
Bertujuan unjuk gigi sembari mendekatkan diri pada masyarakat, mahasiswa Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2017 mengadakan Pameran Seni yang bertemakan "Cul-culan Ngadeg Bareng" pada tanggal 12 - 18 Februari 2018. Pameran ini mengambil tempat di Gedung Dewan Kesenian Malang, yang berlokasi tepat di sebelah Pasar Splendid. Dengan mengadakan pameran di tengah kota, harapannya, pameran ini dapat menjadi jujugan masyarakat luas.
15.02.2018
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang menggelar Pemilihan Duta Budaya dan Museum Kota Malang yang dimulai 3 Februari sampai dengan 10 Februari 2018. Acara ini bertujuan mencari pemuda/i di kota Malang yang dapat bekerjasama dengan Disbudpar untuk membantu mempromosikan dan melestarikan budaya dan museum di kota Malang.  Acara ini rutin dilakukan dua tahun sekali, dan finalis atau pemenang akan menandatangani kontrak kerja dengan  Disbudpar untuk berpartisipasi dalam acara kebudayaan yang diselenggarakan baik di kota Malang ataupun di luar kota Malang. Elvan Bramastya, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (Pebasis) angkatan 2016, berhasil menjadi Wakil 1 pada Pemilihan Duta Budaya & Museum Kota Malang yang puncaknya digelar pada Sabtu (10/2/2018) lalu. "Saya ingin berkontribusi aktif terhadap perkembangan budaya di daerah. Sebelumnya saya dinaungi oleh Paguyuban Putra Putri Brawijaya (Duta Kampus Brawijaya). Dari Paguyuban ini, saya terinspirasi untuk dapat mengembangkan potensi diri saya ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu Kota atau Kabupaten," ujar Elvan.